31 Maret 2026

Media Sosial

Manfaatkan Media Sosial sebagai Ruang Edukasi, Literasi Pemuda Dikemas Interaktif melalui Instagram

Menghadirkan literasi yang lebih dekat dengan generasi muda melalui edukasi, interaksi, dan kreativitas di ruang digital.

KATEGORI: PEMUDA

DIPOSTING: 01 April 2026

PENULIS: Elvina Widya Hani

Jakarta, 31 Maret 2026 — Upaya mendorong minat literasi di kalangan generasi muda dikemas secara lebih interaktif melalui kegiatan Kuis “Literasi Pemuda” yang diselenggarakan secara daring melalui Instagram, Selasa (31/3/2026). Menggunakan format Reels, kegiatan ini mengangkat materi dari buku Islam Sontoloyo sebagai bahan literasi sekaligus pemantik pengetahuan bagi pengguna media sosial.

Konsep kuis dirancang untuk mendorong pengguna Instagram tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut berpartisipasi secara aktif melalui pertanyaan yang membutuhkan jawaban cepat dan tepat. Pendekatan ini menjadi salah satu cara untuk menghadirkan materi literasi dalam format yang lebih ringan, komunikatif, dan sesuai dengan karakter interaksi generasi muda di media sosial.

Dari peserta yang mengikuti kuis, ditetapkan tiga pemenang yang memperoleh hadiah berupa buku. Hadiah tersebut kemudian didistribusikan ke alamat masing-masing pemenang sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya mendorong peserta untuk terus membaca dan memperluas pengetahuan melalui buku.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya dapat digunakan sebagai ruang hiburan dan komunikasi, tetapi juga memiliki potensi sebagai medium edukasi dan pengembangan budaya literasi. Pemanfaatan fitur Reels dan konsep kuis interaktif membuka ruang bagi pesan-pesan edukatif untuk disampaikan dengan pendekatan yang lebih relevan bagi generasi digital.

Bagi Adiyoga Nusyirwan, literasi pemuda perlu dikembangkan dengan pendekatan yang mampu mengikuti perubahan cara generasi muda memperoleh dan berinteraksi dengan informasi. Menurutnya, ruang digital dapat menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan pengetahuan sekaligus membangun kebiasaan membaca melalui cara yang kreatif dan partisipatif.

“Literasi hari ini tidak harus selalu hadir dalam ruang yang formal. Media sosial juga bisa menjadi pintu masuk untuk mengenalkan buku, membangun rasa ingin tahu, dan mendorong anak muda untuk terus mencari pengetahuan.”

- Adiyoga Nusyirwan

Melalui kegiatan tersebut, literasi ditempatkan sebagai aktivitas yang dapat berlangsung secara fleksibel dan dekat dengan keseharian generasi muda. Perpaduan antara konten digital, kuis, dan pemberian buku diharapkan dapat menciptakan pengalaman literasi yang tidak berhenti pada interaksi di media sosial, tetapi berlanjut pada ketertarikan untuk membaca dan belajar secara lebih luas.

Kegiatan “Literasi Pemuda” sekaligus menjadi contoh bahwa pengembangan kepemudaan dapat memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan ruang edukasi yang inklusif, interaktif, dan mudah diakses. Dengan pendekatan yang kreatif, media sosial dapat menjadi salah satu medium untuk menumbuhkan generasi muda yang lebih kritis, aktif, dan memiliki budaya belajar.

Dari scrolling menjadi learning, dari interaksi digital menjadi budaya literasi.

Bagikan Artikel Ini