30 Juni 2026

Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Selamatkan Pesisir, Banteng Jakarta FC Libatkan Seluruh Tim dalam Gerakan Tanam Mangrove

Menjadikan training camp sebagai ruang pembentukan karakter, gotong royong, dan kepedulian lingkungan melalui aksi nyata di pesisir Kepulauan Seribu.

KATEGORI: SOSIAL

DIPOSTING: 01 Juli 2026

PENULIS: Elvina Widya Hani

Kepulauan Seriibu, 29 Juli 2026 — Persiapan Banteng Jakarta FC menuju Soekarno Cup 2026 tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan teknis dan fisik pemain. Sebanyak 37 anggota tim yang terdiri atas 23 pemain, 11 official, dan 3 pelatih turun langsung dalam aksi penanaman mangrove di Pulau Harapan, sebagai bagian dari rangkaian Training Camp sekaligus wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian ekosistem pesisir.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi seluruh elemen Banteng Jakarta FC untuk memperkuat solidaritas dan membangun karakter tim melalui aktivitas di luar lapangan. Penanaman mangrove dilakukan secara bersama-sama sebagai simbol gotong royong sekaligus bentuk kontribusi terhadap upaya menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir Indonesia.

Manager Banteng Jakarta FC, Adiyoga Nusyirwan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan bagian dari upaya menanamkan nilai gotong royong, kekeluargaan, dan kepedulian terhadap lingkungan kepada seluruh anggota tim.

“Kami ingin membangun tim yang bukan hanya kuat di lapangan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Sepak bola adalah alat pemersatu, sementara kepedulian terhadap alam merupakan tanggung jawab bersama. Dari sinilah kami menanamkan semangat kekeluargaan dan rasa memiliki terhadap masa depan bangsa.”

- Adiyoga Nusyirwan

Menurut Adiyoga, kegiatan penanaman mangrove juga menjadi tindak lanjut atas arahan Ketua Umum PDI Perjuangan yang disampaikan dalam forum Kongres dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari perjuangan kebangsaan.

Momentum kegiatan tersebut juga diselaraskan dengan semangat Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap 26 Juli. Dengan demikian, Training Camp Banteng Jakarta FC tidak hanya menjadi ruang untuk mempersiapkan tim menghadapi kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter dan penguatan kesadaran ekologis bagi para pemain dan seluruh elemen tim.

“Instruksi Ketua Umum jelas, bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab kita sebagai anak bangsa. Karena itu kami ingin menyelaraskan semangat tersebut melalui aksi nyata. Tidak cukup hanya berbicara mengenai pelestarian alam, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan,”

- Adiyoga Nusyirwan

Indonesia memiliki kawasan mangrove yang sangat luas dengan ekosistem yang memiliki fungsi strategis bagi keberlanjutan wilayah pesisir. Mangrove berperan sebagai pelindung alami pantai dari abrasi dan energi gelombang, sekaligus membantu menjaga keseimbangan ekosistem serta ketahanan kawasan pesisir.

Pemilihan Pulau Harapan sebagai lokasi kegiatan juga memiliki pertimbangan tersendiri. Sebagai salah satu kawasan permukiman di Kepulauan Seribu, wilayah tersebut menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir di tengah aktivitas masyarakat dan perubahan kondisi lingkungan.

Melalui penanaman mangrove, Banteng Jakarta FC ingin mengambil bagian dalam upaya menjaga ketahanan pesisir sekaligus membangun kesadaran bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan partisipasi berbagai elemen masyarakat. Manfaat mangrove memang tidak dapat dirasakan secara instan, tetapi keberadaannya memiliki nilai jangka panjang bagi generasi mendatang.

“Mungkin hari ini kita belum merasakan hasilnya. Tetapi anak-anak dan cucu kita kelak akan menikmati manfaat dari mangrove yang kita tanam sekarang. Itulah makna perjuangan yang sesungguhnya, bekerja bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan,”

- Adiyoga Nusyirwan

Pemilihan Pulau Harapan juga memiliki makna simbolis bagi keluarga besar Banteng Jakarta FC. Nama Harapan dimaknai sebagai representasi optimisme yang ingin dibawa tim dalam perjalanan menuju Soekarno Cup 2026, menanam harapan bagi kelestarian alam, perlindungan masyarakat pesisir, sekaligus prestasi olahraga.

“Pulau ini bernama Harapan. Kami memaknainya sebagai tempat untuk menanam harapan. Harapan agar alam tetap lestari, masyarakat pesisir semakin terlindungi, dan tentu saja harapan agar semangat kebersamaan yang kami bangun selama Training Camp menjadi energi positif yang mengantarkan Banteng Jakarta FC meraih prestasi terbaik di Soekarno Cup 2026,”

- Adiyoga Nusyirwan

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pembentukan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh kualitas permainan di lapangan. Karakter, disiplin, solidaritas, kepedulian sosial, serta nilai-nilai kebangsaan menjadi bagian penting dalam membangun identitas sebuah tim.

Bagi Banteng Jakarta FC, menanam mangrove menjadi simbol bahwa perjalanan menuju kompetisi juga dapat meninggalkan jejak positif bagi lingkungan. Kemenangan tidak semata-mata diukur melalui jumlah gol atau trofi, tetapi juga melalui nilai dan manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat serta generasi mendatang.

Dengan membawa semangat gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, dan optimisme untuk berprestasi, Banteng Jakarta FC melangkah menuju Soekarno Cup 2026 dengan membawa satu pesan: menjadi tim yang tidak hanya berprestasi di lapangan, tetapi juga memberi manfaat bagi Indonesia.

Dokumentasi

Bagikan Artikel Ini

Adiyoga Nusyirwan

Bergerak bersama pemuda dan masyarakat untuk Indonesia yang lebih maju.

Tentang Kami

Kami adalah tim penuh orang yang bersemangat dengan tujuan untuk meningkatkan hidup semua orang melalui program yang inovatif. Kami membangun sinergi hebat untuk menyelesaikan isu publik di masyarakat.

Selengkapnya

Connect With Us

© 2026 Adiyoga Nusyirwan. All rights reserved.